5 Bisnis Kuliner Rumahan Yang Menjanjikan Di Masa Pandemi

Pajak merupakan instrumen negara yang sangat penting apalagi untuk saat ini. Perpajakan ini merupakan pendapatan negara dan juga hal yang membuat pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik. Sebenarnya pajak bagi UMKM sendiri hanya melibatkan usaha kecil dan menengah yang dikenakan pajak untuk sekarang ini sedangkan pada dasarnya usaha mikro tidak memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Solusi cerdas SAP dapat memungkinkan UKM tumbuh menjadi salah satu pemimpin pasar yang mendorong inovasi, mengubah seluruh industri, dan memberikan pengalaman unik, bahkan di tengah ketidakpastian. Menurut 240 responden yang memberikan jawaban terhadap serangkaian pertanyaan dalam survei tersebut, UKM Asia Pasifik diposisikan dengan baik untuk beradaptasi terhadap lingkungan kerja jarak jauh. Mereka merespon pandemi Covid-19 dengan bertindak cepat untuk mengimplementasikan dan menyesuaikan jadwal kerja jarak jauh para karyawan.

O2O adalah jenis e-commerce yang menarik pelanggan dari saluran on-line untuk toko fisik. O2O mengidentifikasikan pelanggan di bidang on-line seperti e-mail dan iklan web, kemudian menggunakan berbagai alat dan pendekatan untuk menarik pelanggan agar meninggalkan lingkup online. Meskipun sudah banyak kegiatan ritel tradisional dapat digantikan oleh e-commerce, ada unsur-unsur dalam pembelanjaan fisik yang direplikasi secara digital. E-commerce jenis ini berkembang dengan sangat cepat karena adanya dukungan web site serta banyaknya toko digital atau bahkan mal yang menjual beragam kebutuhan masyarakat.

Mermbuat bisnis di era pandemi

CEO Qasir, Michael William mengatakan dengan adanya pelaksanaan vaksinasi, pelaku bisnis harus bisa mempersiapkan amunisi yang baik. Menurut Rizhan, satu tahun lebih pandemi Covid-19 ini, masyarakat dibatasi kegiatan sosialnya. Untuk produk rumah tangga yang cukup laris adalah cairan pel, desinfektan, dan deterjen. Sementara sabun cuci tangan dan pembersih tangan merupakan produk kebersihan yang paling laris saat ini. Namun, sabun mandi dan pencuci wajah, termasuk produk khusus seperti untuk bayi dan pemilik kulit sensitif, juga ikut laris. Obat rumahan, suplemen seperti vitamin dan mineral, ramuan herbal, serta masker masih banyak dicari.

Yang terkait produk, misalnya, konsumen bisa membeli asuransi ini melalui situs Gardaoto.com atau Garda Mobile Otocare dibantu denganchatbot GarXia. Adapun untuk pembayarannya melalui berbagai pilihan, salah satunya menggunakan uang digital AstraPay danvirtual account. Sandiaga Uno yang juga pendiri salah satu inkubator bisnis di Indonesia, INOTEK dalam paparannya menyampaikan bahwa hampir semua UMKM di Indonesia terdampak pandemi COVID-19. Hal ini memaksa para pelaku UMKM untuk mampu beradaptasi, salah satunya yaitu digitalisasi. Resiliensi UMKM menghadapi krisis ini merupakan bentuk kejelian dalam melihat peluang untuk bertahan di fase-fase berikutnya. Webinar yang juga menghadirkan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai pembicara ini merupakan salah satu upaya Kemenristek/BRIN dalam mendukung startup inovasi Indonesia yang terdampak pandemi COVID-19 melalui kegiatan pembinaan.

Bahkan, bagi sebagian orang ada yang membawa lebih dari satu jenis di tasnya ketiga bepergian. Masih akan terus dicari banyak orang hingga tahun depan, jadi Anda tidak perlu khawatir akan sepi peminat. Anda harus memproduksi atau menjual masker dan hand sanitizer yang sesuai dengan standar. Modal yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis ini pun terbilang kecil karena Anda bisa membuatnya sendiri di rumah.

Apalagi, masyarakat saat ini tengah mengurangi aktivitas di luar rumah seperti liburan atau belanja. Pelaku bisnis F&B pun harus cepat membaca perubahan perilaku konsumen di tengah kondisi pandemi dan mengubah strategi agar memaksimalkan peluang usaha. Pandemi virus Corona yang sedang terjadi di Indonesia dan juga negara-negara lain berdampak besar terhadap perekonomian dari berbagai sektor, terutama di sektor usaha kuliner. Kegiatan usaha pun harus beradaptasi dengan perilaku baru masyarakat yang menerapkan do business from home serta social distancing. Hal ini membuat pelaku usaha mengubah strategi pemasaran yang relevan dengan situasi saat ini.

Perkembangan teknologi yang begitu hebat berhasil menjelma selayaknya ‘dewa’ di tengah kekacauan dunia. Teknologi saat ini memungkinkan para pelaku bisnis bekerja dengan sistem distant. Dan tentunya, sangat menguntungkan saat kebijakan WFH wajib dijalankan. Segala kebijakan yang dianggap mampu menekan laju penyebaran COVID-19 dengan cepat diterapkan. Mulai dari kebijakan social distancing yang kemudian ditingkatkan menjadi physical distancing hingga program PSBB telah dikeluarkan. Menilik penyebaran virus yang semakin meluas, pemerintah mengubah gerakan 3M menjadi 5M, yakni Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi.

Di masa pandemi Covid-19, peranan sosial media dinilai amat penting untuk meningkatkan revenue bisnis yang terhambat keterbatasan sosial. Sesungguhnya bisnis itu menarik saat kita memiliki mindset dan data yang relevan bukan? Kegairahan ini yang membedakan seorang entrepreneur dan pelaku usaha biasa saja. Kabar baiknya semua orang berhak memasuki kondisi entrepreneurship ini.